Peringatan Haul Ke-3 Founder Hasnur Group

TIGA tahun sudah, H. Abdussamad Sulaiman Bin Haji Basirun, meninggalkan kita. Founder jaringan usaha bisnis Hasnur Group yang juga pendiri Barito Putera ini tidak hanya terkenal di masa hidupnya tetapi juga masyhur di masa hayatnya. Sebagai sosok yang dikenal humanis semasa hidupnya, tidak mengherankan pada peringatan haulnya yang ketiga, sekitar 7000-an jamaah menyesaki komplek makamnya di Jalan Panglima Wangkang, Kampung Bentok, Marabahan, Kalimantan Selatan, Minggu (13/5) pagi.

Sejak dini hari, ribuah jamaah sudah memadati jalanan sekitar kubah. Mereka datang dari berbagai penjuru Kalimantan Selatan. Pada acara haul tersebut hadir pula para ulama dan habib ternama, seperti Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Quraisy Baharun, Habib Ali Zaenal Abidin, Habib Muhammad Fahmi Al Muhdor dan Habib Hamid Abdullah serta ulama ternama Banjarmasin Guru KH Ahmad Zuhdiannor dan ulama Marabahan Guru KH Asqalani, LC. Selain para habib dan tokoh agama, terdapat juga beberapa pejabat daerah seperti Bupati dan Wakil Bupati Barito Kuala Hj Normiliyani dan Rahmadian Noor, Bupati HSU H.Abdul Wahid, Danrem 101 Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya, Kapolres Batola AKBP Mugi, Kapolsekta Banjarmasin Utara Kompol Madyo Pranowo, serta Ketua Umum Abadi Barito Putera sekaligus salah satu tokoh media H Pangeran Gusti Rusdi Effendi.

Haji Leman tidak saja dikenal sebagai seorang pengusaha sukses, tetapi juga dihormati dan disegani sebagai tokoh di Kalimantan. Lahir di Marabahan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan pada tanggal 21 April 1948, dan wafat pada tanggal 14 Juni 2015 di Rumah Sakit Medistra Jakarta. Jasadnya dikebumikan pada tanggal 15 Juni 2015 di alkah keluarga Kubah Datuk Abdussamad, Kampung Bentok, Marabahan.

Haji Leman mewarisi keteladanan yang patut ditiru baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berorganisasi. Masyarakat Kalimantan Selatan dinilai sangat beruntung memiliki seorang tokoh yang selama ini ikhlas mendermakan sebagian profit usahanya untuk kepentingan sosial, pendidikan, keagamaan, olahraga dan pelestarian budaya.

Acara haul sendiri dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-quran dan dilanjutkan sambutan pihak keluarga yang diwakili oleh Hasnuryadi Sulaiman. Putra keempat almarhum ini menceritakan, jika ayahnya yang lahir pada 21 April 1948 merupakan satu-satunya anak laki-laki dari kakeknya almarhum H Basirun Bin H Muhammad Noor dan sang nenek Khalimatus Sya-diah.

"Ketika remaja, tepatnya saat berusia 18 tahun, almarhum abah menikah dengan ibu. Mereka mendirikan perusahaan yang diberi nama Hasnur Group yang merupakan singkatan dari nama Haji Abdussamad Sulaiman dan Nurhayati. Memasuki usia almarhum yang ke-40 tahun tepatnya 21 April 1988, ayah menghadapi operasi besar dan sempat bercita-cita untuk mengabdikan diri terhadap masyarakat Banua. Dari hasrat tersebut, lahirlah Persatuan Sepakbola (PS) Barito Putera sebagai tanda kecintaan almarhum kepada masyarakat Banua,” ungkap Hasnur.

Tidak hanya itu, delapan tahun lalu berselang sang ayah kembali mendirikan Yayasan Hasnur Center yang didalamnya terdapat SMP-SMA Global Islamic Boarding School (GIBS) yang berada di Barito Kuala serta membangun Politeknik Hasnur dengan tujuan menciptakan SDM untuk Kalimantan Selatan sekaligus mampu mengelola SDA untuk kemaslahatan umat.

Usai sambutan dari pihak keluarga dan Wakil Bupati Batola, acara haul kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tausyiah dari Habis Quraisy Baharun dan KH Zuhdiannoor atau Guru Zuhdi, pembacaan syair sholawat yang dipimpin Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, pembacaan tahlil, dan ditutup dengan pembacaan doa oleh KH. Jarzani.

Testimoni

Rudy Ariffin (Mantan Gubernur Kalsel) Menurut mantan Gubernur Kalsel dua periode Rudy Ariffin, almarhum H Abdussamad Sulaiman Bin H Basirun bukan hanya putera terbaik banua. Lebih dari itu, beliau juga seorang tokoh yang dihormati dan disegani baik sebagai seorang tokoh masyarakat, pengusaha maupun politisi.

"Tidak sedikit dari kita yang menjadikan beliau sebagai panutan atau contoh. Selama hidup begitu banyak dedikasi yang beliau berikan untuk kemajuan, kesejahteraan dan kemaslahatan umat di banua. Karena itu, melalui momen yang khidmat ini mari kita berdoa semoga apa yang telah beliau lakukan untuk Banua dapat kita ikuti," ucapnya.

Rahmadian Noor (Wakil Bupati Barito Kuala) Almarhum H Abdussamad Sulaiman bin Haji Basirun (HA Sulaiman HB) merupakan figur inspiratif sekaligus motivator agar terus melangkah maju ke arah yang lebih baik. Di mata pria yang akrab disapa Rahmadi itu, HA Sulaiman HB bukan saja seorang tokoh namun sekaligus pula sebagai orangtua yang suka membimbing serta mengajarkan dalam berjuang.

“Beliau seorang pekerja keras yang tak mengenal arti kata menyerah, sosok yang sangat peduli terhadap semua orang serta telah banyak memberikan kebaikan-kebaikan kepada Banua, khususnya Kabupaten Batola. Atas nama masyarakat Batola, kita memberikan doa yang terbaik bagi almarhum, semoga amal kebajikan yang telah dilakukan selama hidup mendapat ganjaran setimpal dari Allah SWT," kata Rahmadi.

Teuku Meidi Akbar (Pimpinan Wilayah Hasnur Group Kalsel) Almarhum H. Sulaiman merupakan orang yang sangat dermawan dan salah satu tokoh yang sangat berkontribusi dalam membangun banua. Selain itu, dimata T. Medi Akbar, H Sulaiman merupakan salah satu tokoh pemersatu Kalimantan Selatan.

"Satu hal yang paling saya ingat dari kata-kata almarhum, kalau kita ingin membantu orang lain, maka jangan setengah-setengah. Semoga kita bisa mewarisi semangat beliau yang selalu ingin berbakti untuk banua, dan selalu memberikan bantuan dengan ikhlas," pungkasnya.

Zainal Hadi HAS (Wakil Presiden Direktur Hasnur Group) Sebagai putera bungsu almarhum, begitu banyak kenangan kenangan yang tersimpan, terutama ajaran dan ilmu yang diberikan kepada anak-anaknya. Namun, yang begitu diingatnya hingga kini adalah ketika menjelang akhir hayatnya, almarhum memiliki sebuah nasihat, yakni ikhlas.

"Suatu ketika di akhir hidup beliau, kami pernah bertanya "apa ilmu yang paling penting?" beliau menjawab "Ikhlas". Hal tersebut lah yang kini terus menjadi pegangan kami, bahwa setiap perbuatan, setiap amal yang dilakukan semua harus berdasarkan keihklasan. Tentu itu adalah teori yang mudah namun praktiknya sangat sulit. Oleh karena itu, kami sebagai anak-anaknya harus bersabar, harus berjuang mencapainya," pungkasnya. (*)



Sumber : Berita Barito Putera