This web page requires JavaScript to be enabled.

JavaScript is an object-oriented computer programming language commonly used to create interactive effects within web browsers.

How to enable JavaScript?

Hasnur

Publikasi

Update Terbaru


Presiden Direktur Hasnur Group Bagikan Strategi Menjaga Keberlanjutan Bisnis Keluarga

Yogyakarta, 13 Agustus 2025 – Bisnis keluarga memegang peranan penting dalam perekonomian global, termasuk di Indonesia yang dikenal memiliki dominasi usaha keluarga dari skala mikro hingga konglomerasi besar. Mengangkat tema keberlanjutan, tradisi, dan inovasi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melalui Bidang Kajian Kewirausahaan, Inovasi, dan UMKM menggelar seminar “Family Business, Tradition and Innovation”. Presiden Direktur Hasnur Group, Jayanti Sari Sulaiman, menjadi salah satu pembicara yang membagikan pengalaman memimpin dan menjaga keberlanjutan usaha keluarga lintas generasi yang berlangsung di Auditorium Sukadji Ranuwiharja MM UGM pada Rabu (13/8/2025).

Pada sesi diskusi, Jayanti membagikan perjalanan Hasnur Group berawal dari CV Sari Bunga yang didirikan orang tuanya, H. Abdussamad Sulaiman dan Hj. Nurhayati, pada 1966. Usaha angkutan sungai tersebut berubah nama menjadi Hasnur pada 1976 yang diambil dari singkatan nama kedua pendirinya sebelum akhirnya berekspansi ke industri pertambangan batu bara pada 1992.

Ia juga menceritakan tantangan berat ketika perusahaan hampir kolaps, hingga dirinya memimpin proses negosiasi dengan pihak perbankan. “Tahun 2006 menjadi titik bangkit kami, dan saya dipercaya memimpin dua perusahaan tambang Hasnur Group,” ujar Jayanti.

Dalam kepemimpinannya, Jayanti menekankan pentingnya menjaga keutuhan keluarga sebagai fondasi bisnis. “Sebagus apa pun bisnis, kalau keutuhan keluarga tidak dijaga, semua bisa sirna,” ujarnya. Prinsip yang dipegang Hasnur Group adalah membagi hasil usaha menjadi tiga, yakni sepertiga untuk keluarga, sepertiga untuk pengembangan perusahaan, dan sepertiga untuk kegiatan CSR. 

Menanggapi tren penurunan ekspor batu bara Indonesia, Jayanti menjelaskan bahwa Hasnur Group masih melakukan riset mendalam sebelum mengambil langkah diversifikasi. “Kami fokus pada efisiensi biaya dan memaksimalkan integrasi operasional dari hulu ke hilir sebelum memutuskan langkah baru,” terangnya.

Jayanti berpesan kepada generasi penerus bisnis keluarga untuk tetap fokus, tekun, dan pantang menyerah. “Bisnis pasti ada jatuh bangun, tapi dengan fokus dan ketekunan, tantangan bisa dilewati,” tutupnya.

Sejumlah tokoh hadir sebagai narasumber pada seminar ini, antara lain Prof. Renato Pereira dari ISCTE Business School Portugal, Rocky Adiguna, S.E., M.Sc., Ph.D., dan Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand.Merc., Ph.D. Hadir pula Shanti L. Poesposoetjipto, Komisaris Utama PT Samudera Indonesia Tbk, yang turut berbagi pengalaman dalam diskusi panel.