Press Release
Dari Mimpi hingga Kepemimpinan, Jayanti Sari Ceritakan Perjalanan Hasnur Group di BIM University

Bali, 23 Oktober 2025 – Keberlanjutan usaha keluarga tak hanya ditentukan oleh strategi bisnis, tetapi juga nilai yang diwariskan lintas generasi. Mengusung semangat tersebut, BIM University menggelar Game Changers: Founder’s Path to Success di Bali pada Kamis (23/10/2025). Kegiatan ini menghadirkan Presiden Direktur Hasnur Group, Jayanti Sari untuk berbagi pengalaman dalam membangun dan menjaga nilai-nilai perusahaan keluarga.
Rektor BIM University, Drs. Ismoyo Soemarlan, M.Par., CHIA, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Jayanti Sari yang dinilai memberikan inspirasi besar bagi mahasiswa. Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung secara rutin untuk memperluas wawasan mahasiswa dalam meniti karier dan membangun masa depan.
Pada sesi bertajuk Leading with Purpose: Breaking Barriers, Building Legacies, Jayanti Sari kemudian membagikan perjalanan hidup dan kariernya yang sarat makna. Ia menceritakan bagaimana impiannya untuk menempuh pendidikan di luar negeri akhirnya terwujud saat berkuliah di RMIT University, Australia.

Jayanti juga menekankan pentingnya mimpi, kerja keras, dan doa dalam meraih keberhasilan. “Mimpi itu harus tinggi, tapi tidak akan terwujud tanpa usaha dan doa. Saya yakin setiap mimpi bisa diwujudkan jika kita tekun dan disiplin,” jelas Jayanti.
Lebih lanjut, Jayanti mengisahkan perjalanan Hasnur Group yang bermula dari CV Sari Bunga hingga menjadi perusahaan dengan tujuh Strategic Business Unit (SBU) yang saling terintegrasi di bidang logistik, energi, agroforestry, pendidikan, teknologi, konsumer, dan investasi. Ia juga menyinggung tentang perjalanan Hasnur International Shipping (HIS), entitas dari Hasnur Group yang melantai di bursa pada 2021 yang mana menjadi pencapaian yang lahir dari kecintaannya terhadap dunia pelayaran.
“Mimpi saya yang kedua adalah membangun kebun. Dulu pendiri Hasnur Group, almarhum H. Abdussamad Sulaiman HB yang juga abah saya selalu berkata, ‘Bayangkan kanan kiri akan dibangun sawit.’ Dari situ saya belajar membayangkan sesuatu sebelum mewujudkannya. Saya sampai terbang ke Medan dan Palembang untuk belajar bagaimana mengembangkan kebun,” kenangnya.

Dalam sesi tanya jawab, Jayanti banyak berbagi tentang nilai-nilai kepemimpinan dan filosofi bisnis keluarga. Menanggapi pertanyaan mahasiswa tentang cara menghadapi perbedaan pandangan dalam bisnis keluarga, ia menekankan pentingnya niat dan komunikasi. “Saya belajar menurunkan ego sedikit demi sedikit. Dunia bisnis itu keras, tapi ketika niat kita tulus untuk membahagiakan keluarga, insyaallah semuanya bisa dijalani,” ujar wanita yang meraih penghargaan The Best CEO Bisnis Indonesia Logistics Award pada 2024 lalu.
Jayanti juga mengisahkan dukungan dari keluarganya yang menjadi sumber kekuatan dalam memimpin perusahaan. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada sang kakak, H. Rachmadi, yang selalu memberi kepercayaan dan dorongan, serta kepada suaminya yang menjadi penopang utama dalam perjalanan kariernya. “Bagi saya, keberhasilan seorang istri atau perempuan datang dari ridha suami. Support system yang positif itu penting,” tuturnya.
Menutup sesi, Jayanti Sari berpesan kepada para mahasiswa untuk tidak takut bermimpi besar dan berjuang mewujudkannya. “Kalau hanya punya mimpi tanpa disiplin dan pantang menyerah, itu hanya cerita. Bermimpilah setinggi-tingginya dan wujudkan dengan kerja keras,” tegas Jayanti.