Press Release
Presiden Direktur Hasnur Group Jayanti Sari Ceritakan Perjalanan Hasnur Group dari Sungai hingga Samudera Internasional

Banjarmasin, 15 September 2025 – Presiden Direktur Hasnur Group, Jayanti Sari, menjadi pembicara dalam kegiatan Power Up Leadership Talks: Legacy Insight yang diselenggarakan oleh Politeknik Hasnur. Forum ini dihadirkan untuk meningkatkan wawasan kepemimpinan sekaligus memberi inspirasi bagi generasi muda dengan tema “Membangun Jembatan untuk Masa Depan.”
Acara yang berlangsung di kampus Politeknik Hasnur, Banjarmasin, pada Senin (15/9/2025) ini dibuka dengan pembacaan puisi oleh mahasiswi dari Politelnik Hasnur. Sebelum menyampaikan materi, Jayanti Sari mengajak seluruh peserta membacakan Surah Al-Fatihah untuk mengenang almarhumah Hj. Nurhayati, istri pendiri Hasnur Group, yang wafat tepat sepuluh tahun lalu.
Dalam paparannya, Jayanti Sari menceritakan perjalanan panjang Hasnur Group sejak berdiri pada 1966. Berawal dari usaha angkutan sungai bernama CV Sari Bunga, perusahaan kemudian berkembang menjadi kontraktor perhutanan dan bangunan, hingga pada 1982 bertransformasi menjadi PT Hasnur Jaya Utama. Selanjutnya, pada 1992 lahirlah Hasnur Group dengan berbagai unit usaha, termasuk pertambangan batubara, pengangkutan sungai, dan penebangan kayu.

Sebagai generasi kedua dan anak kedua dari tujuh bersaudara, Jayanti mengaku perjalanan bisnis keluarganya tidak lepas dari pesan dan teladan kedua orang tuanya, almarhum H. Abdussamad Sulaiman dan almarhumah Hj. Nurhayati. “Almarhum abah saya selalu berpesan, punyalah mimpi besar dan berkhayallah secara positif, insyaallah akan menjadi kenyataan. Selama kamu tekun dan melibatkan Allah SWT, mimpi itu bisa terwujud,” ujar Jayanti Sari.
Tidak hanya itu, Jayanti Sari juga menuturkan betapa dekatnya dirinya dengan dunia kapal sejak kecil. Sang ayah, almarhum H. Abdussamad Sulaiman, pertama kali memulai usaha di bidang angkutan sungai dengan membangun kapal-kapal kecil untuk menarik kayu log. Kenangan itu begitu membekas hingga kini. “Ketika pulang ke Banjarmasin naik pesawat, Abah melihat kapal tongkang dari atas lalu berkata kepada saya, ‘Jayanti, kamu bayangkan ya kapal-kapal itu namanya Hasnur Group. Abah ingin kapal-kapal itu semua, bangunkan saya kapal yang berlayar di samudera internasional.’” ucapnya mengenang.
Jayanti Sari mengaku ayahnya sering memintanya menutup mata untuk membayangkan cita-cita besar tersebut. “Kamu pejamkan matamu, kamu bayangkan itu semua,” ujar almarhum H. Abdussamad Sulaiman berulang kali. Setelah Jayanti Sari menjawab “sudah terbayang”, artinya ia menyanggupi amanah tersebut. Dari sinilah lahir gagasan mendirikan Hasnur International Shipping (HAIS), perusahaan pelayaran yang dibentuk agar kapal-kapal Hasnur dapat berlayar hingga keluar negeri.
Ia juga menekankan pentingnya tekad dan visi yang jelas dalam menapaki masa depan. “Tidak ada sesuatu yang mustahil selama kalian punya kemauan yang keras, visi yang jelas, dan tekun,” tutur Jayanti Sari. Pesan tersebut ia sampaikan sembari mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya datang untuk kuliah, melainkan juga memiliki cita-cita yang jelas dan berjuang untuk meraihnya.

Lebih jauh, Jayanti Sari mendorong mahasiswa untuk memperkaya pengalaman praktis di luar bangku kuliah. Menurutnya, belajar tidak cukup hanya melalui teori di ruang kelas, melainkan harus diperkaya dengan pengalaman nyata di lapangan agar mampu membentuk karakter dan kepemimpinan.
Sebagai pemimpin Hasnur Group sejak 2006, Jayanti Sari menegaskan bahwa nilai pantang menyerah yang juga menjadi salah satu nilai dari tujuh nilai inti Hasnur Group adalah warisan yang terus ia pegang dari sang ayah. “Pantang menyerah adalah nilai yang diwariskan ayah kami. Untuk mencapai cita-cita, kita harus punya semangat juang, komitmen yang kuat, dan menyelesaikan setiap pekerjaan dengan tuntas,” ujarnya.
Tidak hanya berbagi kisah masa lalu, Jayanti Sari juga menyampaikan harapan untuk masa depan Hasnur Group. Menurutnya, perusahaan akan terus berkomitmen tumbuh dan memberi manfaat, tidak hanya bagi masyarakat Kalimantan, tetapi juga nasional bahkan internasional. “Harapan saya, Hasnur Group terus tumbuh dan bermanfaat, tidak hanya untuk Banua dan Kalimantan, tetapi juga untuk bangsa dan dunia. Doakan kami, karena saya belum selesai bermimpi,” tutup Jayanti Sari.